Minimnya Ilmu Pengetahuan Umum Di Tanah Air

Minimnya Ilmu Pengetahuan Umum Di Tanah Air

Ilmu Pengetahuan Umum – Kepala Institute of Indonesian Sciences (LIPI), Iskandar Zulkarnain, menyoroti kurangnya domain sains dan teknologi sebagai salah satu masalah bangsa yang harus dilakukan sehingga kita dapat bersaing lebih banyak di tingkat global. “Perkembangan mempelajari ilmu astronomi saat ini dan teknologi belum dapat diselaraskan dengan negara-negara lain yang kemajuan bangsa yang didukung oleh kemajuan teknologi,” kata Asosiasi Sains Nasional Indonesia pada Seminar Sains Nasional (AIPI).

Minimnya Ilmu Pengetahuan Umum Di Tanah Air

Dia mengatakan bahwa indikator sains dan pengembangan teknologi di suatu negara dapat dilihat dari beberapa hal, seperti berapa banyak peneliti per penduduk. Indonesia memiliki 90 peneliti per juta penduduk. Sebagai ilustrasi, di Brasil ada 700 peneliti dari satu juta penduduk, Rusia 3.000 peneliti per juta penduduk, India 160 peneliti per juta penduduk, Cina 1.020 juta penduduk dan Korea Selatan 5.900 peneliti untuk satu juta. Indikator lain adalah jumlah pembelian penelitian dan pengembangan nasional dalam rasio bruto produk internal (PDB). Pembelian nasional Rutbang hanya 0,09 persen dari PDB.

Pentinganya Ilmu Pengetahuan Umum Untuk Diperlajari

Seiring dengan era globalisasi, budaya negatif mulai mempengaruhi mentalitas generasi muda di Indonesia. Mentalitas secara tidak langsung mengubah sikap generasi muda. Dari sikap hedonisme, individu dan Arogan, yang semakin merusak nilai-nilai normatif kehidupan sosial Indonesia. Generasi muda Indonesia dipukul oleh bandar sbobet resmi negara yang mengakibatkan kurangnya roh spiritual untuk setiap generasi muda. Sejumlah kasus menunjukkan kurangnya cinta oleh negara di generasi termuda di Indonesia. Contohnya adalah berita yang dilaporkan oleh Republika (Online) dengan tautan yang berjudul “Yang Yang Lucu Patung Pahlawan Dicari oleh Polisi”.

Pemuda itu mencerminkan sikap tidak menghormati layanan para pahlawan yang timbul dari tidak adanya cinta negara itu. Mirip dengan berita yang dilaporkan oleh Medan One (online) dengan tautan berjudul “malu! Lihatlah 17 Agustus ini, pahlawan sangat rendah hati …”. Berita ini menunjukkan perilaku kaum muda yang tampak santai dan meraih tawa dengan melakukan perayaan ulang tahun ke-71 Indonesia dengan membuat kompetisi yang tidak senonoh sehingga mereka dianggap merendahkan perjuangan pahlawan Indonesia oleh orang buta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *